Belakangan ini di negara kita ini baru gencar-gencarnya dikampanyekan tentang UU yang mengatur masalah pornografi di internet. Ironis memang setelah begitu lama internet dikenal luas di negara kita tetapi baru sekarang UU tersebut dibuat, tetapi kita patut bersyukur karena setidaknya anak-anak kita nanti dapat lebih termonitor saat mengakses internet.
Bayangkan saja hampir 50% dari pengguna internet mengakses situs porno, mungkin termasuk di dalamnya anak-anak sekolah. Hal itu semakin diperparah dengan banyaknya aksi video asusila yang notabene dilakukan oleh pelajar, mahasiswa bahkan oleh wakil rakyat dan mereka menshare video mereka di internet, dimana jutaan orang bisa mengakses dan mendownloadnya. Jika mulai saat ini tidak dibendung akan kita bawa kemanakah bangsa kita nanti?yang belakangan ini kita sering diperingatkan oleh Allah, tapi apakah kita sadar dengan peringatan itu??
Penulis sangat setuju akan pemblokiran situs-situs porno, meskipun dalam implementasinya hal tersebut mungkin akan sangat susah, mengingat situs tersebut sangat banyak beredar di internet. Tetapi disamping pemblokiran situs porno akan lebih berguna lagi apabila pada media elektronik terutama acara televisi diatur pula dalam undang-undang, mengingat acara televisi sangat tidak mendidik, hanya sekitar 10% dari keseluruhan acara yang mengandung pendidikan, sisanya didominasi oleh iklan dan sinetron.
Sering penulis bertanya-tanya tentang tayangan sinetron di televisi yang kebanyakan tidak bermutu, tidak berbobot sama sekali dan hanya menjual mimpi belaka, apakah pemerintah tidak memperhatikan dan membiarkan begitu saja tayangan yang nyata-nyata telah merusak moral generasi muda tersebut. Sekedar saran untuk pemerintah, media elektronik khususnya televisi, dan para pelaku industri media masa, agar tidak seenaknya memberi izin tayang film/sinetron yang tidak mendidik, janganlah hanya berorientasi bisnis saja dan mengabaikan aspek pendidikan mental dan moral generasi muda, saatnya kita pikirkan akan kita jadikan apa anak cucu kita nanti?apakah akan kita arahkan untuk menjadi orang besar seperti para sahabat Nabi, ataukah generasi yang tidak berguna/generasi sampah yang hanya mementingkan nafsunya...
Mungkin langkah yang dapat kita lakukan mulai saat ini adalah kita harus berubah, jangan mementingkan diri sendiri, golongan atau suku saja tapi berfikirlah apakah yang bisa kita lakukan untuk menjadikan hari esok agar lebih baik dari hari sekarang, berhentilah terhanyut dalam godaan dunia dan fikirkanlah tentang hari dimana kita hanya bisa memetik buah yang kita tanam.
Semoga kita termasuk orang beriman yang selalu berpegang kepada tali agamaNya, dan semoga kita termasuk orang yang berserah diri, bersyukur, dan orang-orang yang sabar...
Raihlah kebahagiaan akhirat wahai saudaraku...
Jazakumullah.
Bayangkan saja hampir 50% dari pengguna internet mengakses situs porno, mungkin termasuk di dalamnya anak-anak sekolah. Hal itu semakin diperparah dengan banyaknya aksi video asusila yang notabene dilakukan oleh pelajar, mahasiswa bahkan oleh wakil rakyat dan mereka menshare video mereka di internet, dimana jutaan orang bisa mengakses dan mendownloadnya. Jika mulai saat ini tidak dibendung akan kita bawa kemanakah bangsa kita nanti?yang belakangan ini kita sering diperingatkan oleh Allah, tapi apakah kita sadar dengan peringatan itu??
Penulis sangat setuju akan pemblokiran situs-situs porno, meskipun dalam implementasinya hal tersebut mungkin akan sangat susah, mengingat situs tersebut sangat banyak beredar di internet. Tetapi disamping pemblokiran situs porno akan lebih berguna lagi apabila pada media elektronik terutama acara televisi diatur pula dalam undang-undang, mengingat acara televisi sangat tidak mendidik, hanya sekitar 10% dari keseluruhan acara yang mengandung pendidikan, sisanya didominasi oleh iklan dan sinetron.
Sering penulis bertanya-tanya tentang tayangan sinetron di televisi yang kebanyakan tidak bermutu, tidak berbobot sama sekali dan hanya menjual mimpi belaka, apakah pemerintah tidak memperhatikan dan membiarkan begitu saja tayangan yang nyata-nyata telah merusak moral generasi muda tersebut. Sekedar saran untuk pemerintah, media elektronik khususnya televisi, dan para pelaku industri media masa, agar tidak seenaknya memberi izin tayang film/sinetron yang tidak mendidik, janganlah hanya berorientasi bisnis saja dan mengabaikan aspek pendidikan mental dan moral generasi muda, saatnya kita pikirkan akan kita jadikan apa anak cucu kita nanti?apakah akan kita arahkan untuk menjadi orang besar seperti para sahabat Nabi, ataukah generasi yang tidak berguna/generasi sampah yang hanya mementingkan nafsunya...
Mungkin langkah yang dapat kita lakukan mulai saat ini adalah kita harus berubah, jangan mementingkan diri sendiri, golongan atau suku saja tapi berfikirlah apakah yang bisa kita lakukan untuk menjadikan hari esok agar lebih baik dari hari sekarang, berhentilah terhanyut dalam godaan dunia dan fikirkanlah tentang hari dimana kita hanya bisa memetik buah yang kita tanam.
Semoga kita termasuk orang beriman yang selalu berpegang kepada tali agamaNya, dan semoga kita termasuk orang yang berserah diri, bersyukur, dan orang-orang yang sabar...
Raihlah kebahagiaan akhirat wahai saudaraku...
Jazakumullah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar